sakit melanda, udah deh ya kalo udah urusan ama kerongkongan no mercy lagi deh..
kangen juga melanda, tapi bisa apa… aku sekian ratus kilometer jauhnya. sementara dia, seseorang dari 9 tahunmu itu dengan leluasa menjambangimu semaunya. sementara aku harus menyerah dengan keterbatasan sinyal provider kebanggaan sejuta umat.
Hey.. I miss you, what should I do? aku kangen ama kamu 24 jam sehari, hey.. aku tanya, aku harus gimana?
keadaan juga semakin mempertegas posisiku di sini. just nobody! hanya 165 kilometer, dan aku tidak bisa berbuat apa-apa dengan kesedihanmu itu. karena aku juga hancur di sini. tapi jangan berusaha ngertiin aku dalam kondisimu skarang claro.. I’ll be fine. I always fine. at least aku sabuk coklat sekarang, dan aku juga pernah juara tiga kejuaraan nasional. aku akan selalu kuat. buat kamu!
apa yang harus kamu sedihkan? karena fairy tale kalian berakhir? sedalam itukah claro? bahkan tangisku kurang mendayu dayu dari tangisnya?
kalau aku mau egois, aku lebih milih ngebunuh kamu dari pada ngeliat kamu akan disia-siakan.aku menolak jadi orang egois itu claro, bahkan ketika aku bilang semua orang akan menjadi sangat egois disebelahmu, aku menolak untuk menjadi orang egois itu. sudah cukup aku menjadi pendengki. aku bisa apa ketika kamu memutuskan untuk mempertaruhkan semua kebahagiaanmu ke dia. ketika semua analisaku mengatakan itu, aku bisa apa? aku selalu tau intuisiku tidak pernah meleset. tapi ketika intuisi itu benar, lagi-lagi aku bisa apa.
aku hanya bisa menitipkanmu pada Tuhan.. bukannya aku menyerah, aku tidak mau tersakiti dengan cara ini lebih jauh. aku sayang sama kamu, tapi aku punya hidup, aku punya masa depan. apa yang harus aku lakuin setidaknya sudah aku lakukan sebaik yang aku mampu. walaupun mungkin itu bukan cara terbaik buat kamu.
jadi… apa boleh sekarang aku pergi?
“aku telah bernyanyi untukmu, tapi kau tidak juga menari. aku telah menangis di depanmu, tapi kau tidak juga mengerti. haruskah aku menangis sambil bernyanyi?” -Lagu Gelombang