….

 

Dear, kamu…

Bagaimana kabarmu? Oya, boleh aku bilang aku kangen kamu?

Bandung lagi sendu. Hujan menyambut setiap senja datang. mengantar bau tanah yang basah, menyegarkan paru-paru yang penat dengan debu. Tiba-tiba ingat kamu.

Dulu kamu selalu bilang, “Hime, kamu tahu tidak apa yang paling menyenangkan ketika hujan turun? Secangkir coklat panas, dan duduk di dekat jendela. Melihat setiap rinai yang jatuh. Ada kedamaian di situ lho.” Masih seringkah kau duduk di dekat jendela dengan coklat panasmu dan dengan gitarmu itu? Atau sekarang sudah berganti? Bukan hanya coklat panas dan jendela. Tetapi sudah ada seseorang di sana yang menghangatkanmu melebihi coklat panasmu?

Apa kabar Jakartamu? masih ingat ketika kita berkeliaran di tengah hutan beton jakarta, menantang garangnya mataharinya? lalu kamu mengantarku pulang ke stasiun tepat setelah senja mulai menepi. kamu masih ingat? hari yang luar biasa. aku kangen itu juga.

kangen petikan gitarmu. kangen lagu ‘love of a lifetime’ nya firehouse yang sering kamu nyanyiin. rasanya sudah lama sekali tidak ada suara gitar. tidak ada tarikan suara khasmu lagi. aku kangen itu.

Aku kangen edisi jalan-jalan malam kita di jalan plesiran. udara bandung yang dingin-dingin nyentil… tunggu kamu ke bandung aja yaa.. (tapi tidak tahu kapannya)

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.