ketika variable tak bernama itu mempunyai nama

Ada yang pernah bilang ke gw, tempat yang paling aman pada saat badai, justru di tengah badai itu sendiri. Dan di sinilah gw sekarang. Berada tepat di tengah-tengah badai. Tepat berada dimana semua ini berawal.

Awalnya semua terasa nyesek banget. Gw lupa kehilangan bisa begini sakitnya, tapi adalah suatu proses yang pasti kita semua lalui. Selalu ada harga yang harus dibayar untuk suatu kesenangan dalam kurun waktu tertentu. Dan gw bilang itu worth it kok. Walaupun gw harus berdarah-darah dan cedera kanan kiri untuk membiasakan berjalan sendiri lagi, pun gw masih bilang ini worthy. Bahkan ketika semuanya tidak lagi berada di tempatnya seperti sedia kala.

Contoh kecil aja di kamar ini. Bau kamarnya aja masih bisa ingetin gw ama segala sesuatunya 1 bulan lalu, bahkan satu minggu lalu. Damn, gw selalu mengutuk diri sendiri yang mempunyai ingatan fotografis yang bahkan potongan terkecil kenangan pun terekam dengan baik. Dan ingatan keparat ini yang justru selalu sukses menjebak gw di suatu kenangan tertentu.

Dan bagaimana gw tiba2 inget dia lagi kalau gw ngelewatin plang di jalan tol dengan tulisan ‘cawang’. Atau kalau gw ke ciwalk dan inget gimana gw masih punya waktu2 yang luar biasa ama dia. Pernah punya, walaupun itu udah lewat, bukan berarti itu bukan sesuatu yang ga meaningful lagi lho.

Sekarang begini, gw stuck dengan semua kenangan itu dan gw mencoba untuk terbiasa walaupun gw harus, yang seperti kata gw tadi, berdarah darah atau cedera kanan kiri, tapi gw harus. Mungkin ini sesuatu yang akan lebih gampang buat dia atau justru juga sama sulitnya seperti gw, gw ga tau.. Tapi gw cuma mau mengakui kalau ini semua tidak mudah buat gw. Sama halnya gw mengakui buat diri gw sendiri ketika gw kecewa, ketika gw marah, bukan sesuatu untuk dikasihani.

Gw cuma punya hari ini atau gw punya 1, 5, atau bahkan 10 taun lagi juga apa bedanya? Menurut gw ga ada. Intinya gw pernah punya kan? Jadi, terima kasih Tuhanku yang Maha Baik sudah merancang skenario ini dengan begitu indahnya. Ya siapa sih yang suka bad ending? Tapi keseluruhan tetap suatu cerita yang pantas dikenang kok. And for you.. Unknown Variable, I had so much good times, even you never ask me again. Really nice to know you. Dan sekarang unknown variable itu mempunyai bentuk yang nyata: kenangan.

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.